Showing posts with label House Tips. Show all posts
Showing posts with label House Tips. Show all posts

Tips Memilih Properti

LAHAN bisnis properti memang sangat menguntungkan. Karena, dengan bertambahnya jumlah
penduduk, kebutuhan akan tempat tinggal juga semakin tinggi.
Itulah yang membuat harga properti akan terus menerus naik tiap tahun.
Bagi Anda yang ingin mulai berbisnis properti, kunci utamanya adalah memilih properti yang tepat. Didik Eko Tjahjono, fasilitator dari Didik Real Estate School (DRES) memberikan beberapa tips untuk memilih properti yang menguntungkan dan mudah dijual.

  • Berserfitikat IMB. Bersertifi kat IMB merupakan syarat yang paling dasar memulai bisnis properti. Mintalah fotokopi surat-surat kepemilikan tersebut sebelum melakukan penawaran apa pun.
  • Tidak dalam kasus sengketa. Sebelum membeli properti, sebaiknya diperiksa terlebih dahulu apakah properti tersebut berada dalam kasus sengketa. Memang agak sulit jika pemilik menutup-nutupi. Maka itu, kedekatan dengan penjual sangat diperlukan sehingga rasa percaya dapat terjalin satu sama lain.
  • Harga beli di bawah harga pasaran. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk menemukan properti yang dijual. Bisa dari koran, survei langsung, iklan internet, broker, bank, notaris, dan lainnya. Kata kunci rumah dijual murah biasanya disertai dengan kata, bu cpt (butuh uang cepat), dijual di bawah NJOP, dijual berikut isinya, segera pindah LN (luar negeri), dan lain-lain.
  • Lokasi strategis dan kondisi bangunan dalam keadaan baik. Namun, jika Anda menemukan rumah dengan kondisi bangunan jelek, tapi lokasinya bagus, properti itu bisa dibeli. Karena, lokasi yang bagus akan meningkatkan harga sewa.
  • Bangunan tidak dekat dengan SUTET, kuburan, tempat ibadah, atau SPBU. Pastikan juga properti tersebut berada di dekat jalan besar. Atau setidaknya mobil bisa masuk di lokasi.
  • Bentuk lahan yang dibeli bagus dan proporsional. (*/M-3)

Cara Efektif Menjual Properti

KEBUTUHAN warga masyarakat akan tanah dan bangunan, membuat bisnis properti tidak pernah mengalami stagnasi. Berikut beberapa tips untuk menjual properti sesuai dengan harga yang Anda inginkan:
  1. Mempersiapkan penjualan: Pemilik sebaiknya mempersiapkan properti yang ingin dijual, seperti membuat kondisi properti dalam keadaan rapi, bersih, terawat baik di bagian luar dan dalam. Hal ini untuk memberi kesan pertama yang baik terhadap calon pembel. Seringkali hal tersebut justru dapat menjadi nilai tawar dan menambah nilai jual properti tersebut.
  2. Mempersiapkan kelengkapan semua dokumen bukti kepemilikan properti. Selain untuk memudahkan proses jual beli, keberadaan dokumen yang lengkap seperti sertifikat tanah dan bangunan akan membuat nilai tawar harga properti tersebut sesuai dengan yang diharapkan penjual. Hal itu juga akan menjadi pertimbangan calon pembeli, yang tidak ingin dipusingkan oleh legalitas maupun potensi sengketa properti tersebut di kemudian hari.
  3. Survei harga jual properti: Pemilik harus mengetahui harga jual properti di kawasan tersebut. Biasanya harga jual properti ditentukan oleh nilai jual objek pajak (NJOP). Namun bisa juga dilakukan dengan melakukan survei harga jual properti ke beberapa agen properti yang beroperasi di kawasan tersebut. Berdasarkan harga tersebut, pemilik dapat menentukan harga jual yang diinginkannya. Biasanya harga properti akan disamakan dengan transaksi yang pernah terjadi. Penentuan harga tergantung dengan kondisi yang ada seperti tipe, lokasi, dan periode waktu memasarkan.
  4. Tentukan agen properti: Pilihlah agen properti ternama dan profesional di bidangnya. Jangan memercayakan penjualan properti kepada perantara atau calo perseorangan yang berupaya mengambil keuntungan dari pihak penjual maupun pembeli. Praktek seperti ini biasanya juga rentan terhadap penipuan harga, penggelapan pajak hingga pemalsuan dokumen. Pilihlah agen properti yang akan menjelaskan secara detil, seperti jenis perjanjian, harga, program promosi yang akan dijalankan, pajak penjual, biaya administrasi notaris/PPAT dan komisi bagi agen. Pastikan agen yang Anda pilih memberikan harga jual optimum dan service yang terbaik. (MI)

Mencegah Lebih Baik daripada Membasmi

RUMAH Anda mulai dihuni rayap? Mencegah memang lebih murah ketimbang memperbaiki atau membasmi. Jika mencegah dan membasmi rayap dengan bahan kimia pestisida antirayap atau dikenal dengan termitisida yang saat ini banyak digunakan masyarakat di Indonesia dianggap tidak ramah lingkungan, Gatut Susanta, penulis buku Kiat Praktis Mencegah dan Membasmi Rayap punya solusi lain.Dia menawarkan suatu pola atau metoda yang sangat ramah lingkungan. Bahkan tanpa mengeluarkan biaya tambahan saat Anda membangun rumah, karena sudah termasuk ke dalam cost. Kepada Media Indonesia, dia menyebut solusinya itu sebagai metoda 'engatasi rayap dengan siasat desain.'Untuk itu hal-hal yang perlu Anda perhatikan, sebagaimana disarankan Gatut, adalah:

  1. Bahan tanah sebagai tempat didirikannya bangunan. Bila tanahnya berupa tanah urug, harus diketahui asal tanah maupun kebersihan tanahnya. Kebersihan tapak bangunan dari sisa-sisa kayu yang menjadi makanan kesukaan rayap harus menjadi perhatian utama.
  2. Cara pembuatan fondasi, lantai, dinding, atap dan komponen bangunan lainnya. Beberapa hal dalam menyiasati desain dan persyaratan komponen bangunan yang diisyaratkan dalam SNI, antara lain sebagai berikut:
  • Struktur bangunan. Struktur bangunan sebagai elemen penopang dan kerangka bangunan harus kukuh dan kuat dari segala beban, tahan terhadap serangan hewan atau tumbuhan perusak, dan tahan terhadap cuaca. Struktur bangunan dibedakan menjadi dua, yaitu struktur nonkayu dan kayu agar terhindar dari rayap.
  • Struktur bangunan nonkayu seperti baja, beton bertulang dan beton komposit, harus kedap air dan masif. Ini dimaksudkan agar struktur tersebut tidak membentuk aliran air kapiler yang dapat merembes hingga ke kayu atau bahan yang mengandung selulosa lain, seperti furnitur atau kertas di dalam atau di atas bangunan.
  • Struktur bangunan dari kayu sebaiknya dibuat tapak dari pasangan terasram atau beton pada dasar tiang. Ketinggian tapak minimal 15 cm. Hal ini diperlukan, karena kayu memiliki pori-pori yang dapat berfungsi sebagai aliran air kapiler dan sebagai pengantar air yang akan membuat kayu menjadi lembab, dan menjadi habitat yang cocok untuk kehidupan rayap.(DC)

Tips Menjual Rumah Agar Tidak Kecewa

Anda ingin menjual rumah dengan cepat tapi tidak mau rugi? Berikut ini bisa menjadi panduan yang penting dilakukan sebelum Anda memasang spanduk atau papan "Dijual" di depan rumah.
Anda lihat dan bandingkan rumah Anda dengan rumah tetangga serta di lingkungan. Bayangkan Anda sedang berkompetisi untuk menarik calon pembeli. Apa yang terlintas di benak Anda ketika harus berkompetisi dengan rumah cantik di sebelah atau di ujung jalan depan rumah?
Calon pembeli kemungkinan besar akan memutuskan akan membeli rumah Anda dalam waktu 30 detik setelah memasuki rumah yang terlihat cantik dan rapi.
Belanjakan sedikit untuk mendapatkan nilai jauh lebih tinggi. Ingatlah bahwa kondisi rumah hampir sama pentingnya dengan lokasi. Kebanyakan broker yg berpengalaman setuju bahwa merenovasi atau mendekorasi rumah Anda berhasil memecahkan penjualan dan segala perbaikan itu relatif murah dibanding naiknya nilai jual rumah Anda.
Apabila calon pembeli berpikir bahwa mereka tak perlu melakukan perubahan apapun untuk pindah ke rumah yang akan mereka beli, mereka bersedia membayar lebih. Sebaliknya bila mereka berpikir harus mencat, mengganti plafon, memperbaiki lantai, mereka cenderung untuk menekan harga rumah. Mayoritas pembeli tidak memiliki dana berlebih untuk bisa langsung merenovasi rumah yang baru dibeli.
Kesan pertama mungkin menjadi salah satu aspek utama. Untuk itu, jangan pernah lupa untuk mempercantik dan membenahi interior maupun eksterior rumah. Terutama bagian depan rumah Anda. Terkadang, ungkapan "Jangan menebak isi buku hanya dari sampulnya saja" bisa tidak berlaku dalam kondisi ini.
Usahakanlah agar penampilan bagian depan rumah Anda langsung memikat orang yang melihat. Bagian depan yang tampak bagus dan indah kerap disarankan oleh sejumlah pakar di bidang broker properti.
Cara mempercantik bagian depan rumah antara lain dengan sedikit merenovasi fisik bangunan. Bisa berupa mengecat tembok bagian luar, mengganti plafon teras yang mungkin sudah bocor.
Bisa juga dengan memperbaharui taman. Cara ini diantaranya dengan memangkas tanaman agar lebih terlihat cantik dan tertata rapi. Atau mengganti tanaman yang layu dengan tanaman baru. Jangan lupa, potonglah dahan pohon yang menutupi bagian muka rumah Anda.
Pindahkan pot-pot gantung yang menghalangi cahaya masuk kerumah Anda. Jika di taman depan rumah dipercantik oleh kolam ikan, Anda bisa menguras atau mengganti air kolam ikan agar terlihat lebih jernih.
Bagian dalam rumah juga perlu mendapat sedikit sentuhan. Jangan sampai pembeli mendapat kesan kalau pemilik rumah tidak merawat rumah dengan baik. Untuk itu, sentuhan cita rasa seni bisa diAndalkan. Misalnya, Anda bisa menggantungkan sejumlah lukisan dengan bingkai di tempat kosong dari tembok ruang tamu atau kamar tidur Anda. Patung-patung atau ukiran etnis rasanya bisa menjadi alternatif pemanis di sudut ruang tamu atau ruang keluarga.
Buanglah perabotan yang berukuran besar, apalagi untuk rumah tipe kecil. Untuk rumah semacam ini, furnitur dengan desain minimalis paling sesuai. Calon pembeli umumnya enggan membeli rumah yang terlihat terlalu dipadati begitu banyak barang-barang. Sebab mereka tidak bisa membayangkan punya ruang yang cukup luas untuk tinggal. Anda harus membuat calon pembeli merasa nyaman begitu mereka masuk pertama kali.
Untuk mengakali ruang yang sempit, cermin bisa menjadi solusi terbaik. Dengan harga yang relatif murah, cermin yang terpasang di salah satu bagian tembok ruangan Anda bisa memberi kesan lapang.
Selain itu bau tidak sedap juga bisa menggagalkan penjualan rumah. Contohnya bagaimana rumah yang sangat menarik tapi tidak sukses terjual 'hanya' gara-gara bau hamster dari ruang anak si pemilik rumah.
Terakhir, kalau serius mau menjual rumah, Anda harus mulai mengemasi barang-barang Anda, jangan hanya menyimpan dalam lemari atau laci. (OK/S-6)
(sumber: Situs jualbelisewa.com)

Rumah Aman dan Nyaman di Musim Hujan

MEMILIKI rumah yang aman dan nyaman sudah pasti jadi keinginan semua orang. Karenanya harus dipastikan rumah nyaman dan aman untuk berlindung dari semua ancaman, baik kejahatan maupun bencana.
Bagi negara beriklim tropis, curah hujan yang tinggi merupakan ancaman. Tak hanya bagi kesehatan, tapi juga kekuatan dan keamanan rumah.
Sebetulnya, menurut Ir. Edi Permana dari PT Arkorior, seperti dikutip Tabloid Nova, mempersiapkan rumah menghadapi musim hujan sudah harus dimulai sejak membentuk konsep rumah. "Kalau menjelang musim hujan atau pas musim hujan baru ribut-ribut, sebenarnya agak terlambat."
Jika ingin rumah gaya mediterania, misalnya, sebetulnya gaya ini lebih cocok diterapkan di negara-negara dua musim seperti Eropa. Sehingga untuk penerapan di negara tropis membutuhkan beberapa penyesuaian untuk mengantisipasi dampak dari seringnya bangunan tersebut diguyur hujan.
Misalnya, karena ada kemungkinan rembesan atau tampias air hujan, maka kemiringan atap perlu ditambah. Atau mungkin bahan-bahan material yang dipakai harus disesuaikan, sehingga lebih tahan terhadap kondisi cuaca tropis.
Pendeknya, semua itu harus sudah diantisipasi sejak awal, meski barangkali harus merelakan konsepnya sedikit diubah. Dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian tadi, risiko berkurangnya kualitas rumah bisa diminimalkan, atau bahkan dihilangkan.
Tapi apakah itu cukup? Tentu saja belum. Masih banyak langkah yang perlu dilakukan agar rumah tetap aman dan nyaman di musim penghujan.
Mengutip dari Tabloid Nova, berikut di antaranya.

ATAP

  1. Mempersiapkan atap ibarat sedia payung sebelum hujan. Bagian paling atas rumah kita inilah yang harus paling sering diperiksa, karena sebagian besar kebocoran akan bersumber dari sini. Periksa genteng (atau seng) barangkali ada yang sudah perlu diganti atau merosot. Untuk daerah tropis, materi yang paling pas adalah genteng keramik yang lebih liat menghadapi perubahan cuaca dan suhu.
  2. Khusus untuk atap asbes, pemasangan baut atau paku pada asbes harus diperhatikan. Asbes tidak bisa direkatkan dengan paku biasa, karena jika dipalu mudah pecah. Asbes harus dibor dulu, dipasang paku yang dilapisi karet, lalu dipelingkut di area pakunya.
  3. Cermati segi elevasi (sudut kemiringan) materi genteng guna membentuk ketahanan terhadap hujan. Misalnya, genteng keramik membutuhkan elevasi lebih dari 30 derajat, sedangkan asbes butuh lebih dari 15 derajat. Jika tak diindahkan, air hujan tetap bisa masuk lewat genteng. Mengatasinya, gunakan overstek (lidah atap) sepanjang 1,2 meter untuk melindungi lantai teras dan dinding dari tampias hujan angin.
  4. Untuk atap dari beton atau asbes, cermati kemungkinan adanya retak rambut. Jika ada, beri kawat kasa dan waterproof. Idealnya, pemeriksaan dilakukan minimal 2 - 3 bulan sekali. Sebab, retak rambut amat kecil dan tidak langsung menimbulkan kebocoran. Baru setelah3-4 kali hujan besar, atap bocor dan air yang merembes bisa membuat atap lapuk. Sedangkan untuk retak besar, penyelesaiannya harus dibobok dan diplester kembali.
  5. Yang perlu juga diperhatikan adalah daerah kerpusan (bubungan). Pasalnya, plester semen pada bagian tersebut kerap sekali retak dan bocor. Prinsipnya, semakin dini diperbaiki, semakin murah biayanya.
  6. Plafon yang dibiarkan lembab gara-gara rembesan air, lama-lama bisa ambruk. Risikonya, biaya perbaikan lebih mahal. Makanya, sedapat mungkin gunakan alumunium foil (1- 2 mili) sebagai pelapis antara plafon dan genteng. Selain mengurangi penyerapan panas, juga untuk menghindari tampias akibat ketidaksempurnaan dalam pemasangan genteng. Alumunium berfungsi sebagai tameng bagi atap sehingga air akan turun ke plank dan tak masuk ke dalam rumah.

INSTALASI LISTRIK

  1. Cek secara rutin instalasi kabel listrik. Kalau ada yang terkelupas apalagi telanjang, amat bahaya! Jika aliran listriknya AC 220 volt, bisa-bisa terjadi arus pendek. Belum lagi kalau kabel yang telanjang, terendam, airnya bisa menghantarkan listrik.
  2. Yang perlu mendapatkan perhatian ekstra dalam hal instalasi listrik ini adalah lampu taman atau lampu-lampu yang berhubungan langsung dengan panas dan hujan. Sebaiknya gunakan aliran DC untuk lampu taman atau lampu di luar rumah agar lebih aman karena tak menghantar listrik. Namun kabel tetap harus terbungkus rapi. (S-6)

Menawar Harga Rumah

BANGUNAN baru seperti rumah, flat, atau apartemen bisanya ditawarkan dengan harga pas dari developer. Untuk rumah second biasanya terbuka untuk tawar menawar harga. Ada beberapa informasi yang sebaiknya Anda dapat sebelum mengajukan penawaran. Berikut tips untuk Anda sebagaimana dimuat dalam www:harga-properti.com.

  1. Harga rumah yang ditawarkan penjual apakah sama dengan yang ditawarkan untuk rumah lain dengan kondisi yang sama di wilayah tersebut.
  2. Kondisi rumah, apakah perlu perbaikan tambahan atau tidak.
  3. Sudah berapa lama rumah tersebut ditawarkan untuk dijual.


Membeli rumah, apalagi untuk ditinggali tidaklah mudah. Terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan rumah yang diinginkan. Tapi karena letak yang strategis mengakibatkan harga dari rumah tersebut menjadi di luar kemampuan keuangan Anda. Sehingga tertundalah atau batallah keputusan untuk membeli rumah. Itu berarti Anda harus memulai lagi mencari rumah idaman keluarga.

Harga bukanlah satu-satunya pertimbangan yang harus diambil guna mengambil keputusan untuk membeli rumah. Keputusan ini juga didasari oleh beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan. Aspek-aspek tersebut
adalah:

  1. Lokasi merupakan faktor penting dalam menentukan harga properti yang akan Anda beli. Apabila Anda memiliki kemampuan untuk membeli rumah di daerah strategis, hal ini merupakan investasi jangka panjang yang sangat baik.
  2. Untuk tempat tinggal, membangun keluarga sebaiknya jangan di daerah perindustrian, terminal bus, tempat pembuangan sampah, atau tempat penyimpanan bensin atau gas.
  3. Keadaan fisik rumah yang Anda inginkan juga harus diinspeksi. Jangan sampai Anda memperoleh sebuah bangunan yang dengan kasat mata bagus akan tetapi di berbagai sudut bangunan rumah sudah bobrok.
  4. Pertimbangkan ukuran serta tata letak rumah tersebut. Bila Anda membeli rumah dan sedikit sekali disinari matahari (sinar matahari masuk ke rumah) hal itu dapat mengurangi kesegaran ruangan di dalam rumah.

Jika sudah ditawarkan selama beberapa waktu lalu si penjual mungkin akan semakin ingin menjual rumahnya sehingga mungkin Anda lebih dapat menekan harga. Tanyakanlah kepada tetangga sekitar rumah mengenai pasaran harga rumah di kawasan tersebut; dari mereka mungkin saja dapat diketahui mengapa rumah tersebut dijual, sehingga dari informasi-informasi tersebut Anda akan mendapatkan harga beli yang terbaik untuk rumah tersebut.(*)

Memilih Desain Pagar

SELAIN sebagai pembatas lahan dengan jalan, pagar rumah juga berfungsi sebagai pengaman. Tetapi, karena posisinya berada di garis depan, pagar memiliki nilai tambah bila dirancang sesuai keinginan dan selera pemilik rumah.
"Tetapi sebelum Anda mengambil keputusan untuk memilih satu desain pagar tertentu, sebaiknya Anda mempertimbangkan terlebih dulu beberapa masukan," kata perancang properti Susi Kresnadi kepada Media Indonesia beberapa waktu lalu.
  1. Rumah yang dipagari mengadopsi gaya rumah model apa? Apakah gaya country, modern minimalis, klasik, mediteran atau lainnya? Atau mungkin mengikuti gaya etnik tertentu. Desain pagar sebaiknya masih satu tema dengan rancangan rumah. Maka pengembangan desain, bentuk dan detail pagar juga akan mengikuti tema tersebut. Misalnya, desain dari ornamen, pilihan warna, material utama, dan material tambahan tidak akan lari dari tema umum.
  2. Luas rumah juga perlu dijadikan pertimbangan. Apakah rumah termasuk rumah besar, sedang, atau rumah mungil dengan bentang pagar tidak lebih dari enam meter. Desain pagar rumah mungil sebaiknya jangan terlalu rumit dan warna-warni. pilihlah bentuk ramping, sederhana, dan proposional terhadap rumah.

Dalam hal ini, bentuk dan warna akan sangat membantu jika dipilih dengan benar. Untuk rumah ukuran besar dan sedang besar, ketentuan dan pendekatan desain dan penampilan sama dengan rumah mungil. Tetapi untuk rumah besar memiliki banyak pilihan desain, lebih fleksibel, ornamen, dan bahan yang dipilih lebih bisa warna-warni, dan lebih bisa diterapkan dalam berbagai bentuk serta tema.

Tren bentuk railing pagar rumah akan selalu berkembang mengikuti perkembangan teknologi dan variasi bahan bangunan yang ada di pasaran. Selain itu, pengerjaan dengan teknik mesin bubut, teknik las, dan teknik pengecatan yang dimiliki para tukang juga sangat mendukung hasil akhir penerapan satu desain pagar.

Material pendukung untuk pagar rumah kini bisa diperoleh dengan mudah. Sehingga para desainer/pemakai bisa bebas berimprovisasi mengekspresikan rancangan sesuai selera. Terutama dalam mengkombinasikan satu material dengan material lain dengan ekspresi estetika bervariasi.

Banyak material pagar yang dapat diandalkan bentuk dan keawetannya. Karena berada di halaman dan setiap saat terkena panas hujan. Ada beberapa pilihan yang dapat menjadi referensi:

  1. Besi relatif lebih murah dan mudah perawatannya. Di samping kuat, jika finishing-nya baik dan diberi antikarat. Besi juga mudah dibentuk. Terdapat beberapa macam jenis besi untuk bahan pagar. Misalnya, besi cor, besi hollow, baja ringan, atau stainless. Untuk rumah mungil pilihan pagar dengan material pilihan kombinasi besi dengan dinding bata pada bagian bawah sangat disarankan.
  2. Kayu juga banyak diminati, terutama jenis kayu keras yang tahan cuaca dan rayap. Jenis ini dapat difinis dengan cat, mellamic, atau plitur. Untuk rumah mungil, pilihan material kayu disarankan dipotong dengan pola ukuran kecil dan di pasang vertikal.
  3. Kombinasi kayu dengan besi juga menjadi pilihan baik untuk rumah besar, sedang, maupun mungil.
  4. Kombinasi besi dengan dinding bata lapis jenis batu hias, semacam batu candi, andesit, batu granit, marmer, dan lainnya. Pemakaian jenis batu sebaiknya di-coating dengan polesan yang dijual di pasaran agar awet dan terhindar dari jamur.

Susunan batu dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam. Pasang diagonal untuk memberi kesan dinamis. Untuk pagar rumah mungil, dianjurkan memilih jenis bebatuan tidak berwarna hitam seperti batu candi atau andesit. Tetapi, jika tetap diinginkan, sebaiknya hanya dijadikan aksen saja.

Posisi dan fungsi pagar rumah sudah jelas. Tetapi keberadaan tanaman hias di sekitarnya akan menjadi elemen estetis yang sangat memengaruhi penampilan. Selain posisi rumah sebagai latar belakang pagar, sehingga tergambar satu kesatuan bentuk dalam satu frame antara keduanya. Posisi tanaman hias akan mampu menjadikan frame tersebut menjadi lebih indah. (Ria/S-3)

Tata Cara Mengecat Dinding Rumah

BANYAK orang yang menganggap mengecat rumah sebagai pekerjaan yang mudah. Tidak seperti yang Anda bayangkan, mengecat tembok rumah ternyata ada aturannya.
Aturan ini harus dilaksanakan jika Anda menginginkan hasil pengecatan yang maksimal.

Sebelum Anda mengecat, ada baiknya perhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Untuk permukaan lama, periksa lapisan plamir atau cat lama masih kuat melekat atau tidak. Untuk mengetahuinya, kuaskan air pada permukaan tersebut, tunggu beberapa saat. Jika permukaan tembok tampak gelembung-gelembung, permukaan tembok harus disekrap.
  2. Permukaan yang sudah dicat sebelumnya perlu dibersihkan dulu dengan baik dan hilangkan semua bagian cat yang terkelupas, debu, dan kotoran lainnya sebelum melakukan pengecatan dengan cara diampelas lebih dulu dan lapisi dengan satu lapis cat, biarkan sampai permukaan mengering.
  3. Untuk permukaan tembok luar dengan sisa-sisa cat lama yang terkelupas, debu dan kotoran tidak bisa dibersihkan seluruhnya. Berilah sebuah lapisan plamir sebelum permukaan tersebut dicat dengan cat tembok.
  4. Hilangkan sisa-sisa jamur/lumut/minyak dengan membuang lapisan tersebut sampai bersih, kemudian lapisi plamir.
  5. Jika sebelumnya tembok telah berwarna dan ingin mengganti warna, sebaiknya pilihlah cat tembok yang memiliki daya tutup yang kuat, jika tidak, sebaiknya menggunakan kuas rol atau menutup warna yang lama (terutama warna tua) dengan menggunakan plamir tembok.
  6. Untuk mendapatkan hasil akhir terbaik untuk permukaan tembok baru, beton atau permukaan baru lainnya, berikanlah waktu pengeringan secukupnya sebelum proses pengecatan. Waktu pengeringan untuk menghindari tembok dari lembap yang dapat mempengaruhi cat menjadi berjamur dan rontok.Tembok, sebelum dicat atau diplamir, sebaiknya disiram air sebanyak mungkin dalam beberapa hari.
  7. Sebelum tembok diplamir, lapisi dulu tembok dengan wall sealer guna menetralisasi PH semen agar sesuai dengan PH cat. Dengan wall sealer, cat tidak mudah mengelupas dan warna cat tidak akan berubah dari warna aslinya. (Media Indonesia)
Google